Powered By Blogger

Jumat, 26 Februari 2010

Perkembangan Pesat Internet di Indonesia


Perkembangan Pesat Internet di Indonesia

Pada zaman sekarang ini, internet sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang dibelahan dunia manapun karena dengan internet kita dapat mengakses, mencari, memberi  dan menemukan berbagai macam informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sudah semakin penting untuk semua orang  sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahunnya  selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet terus meningkat dengan peningkatan yang cukup besar disetiap tahunnya.
Akhir-akhir ini banyak sekali perusahaan jasa internet yang gencar melakukan promosi dengan berbagai macam fitur layanan untuk  akses internet yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita dan mereka pun menjual berbagai macam modem internet, salah satunya layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet Instan dan Telkom Speedy. Telkomnet Instan merupakan layanan akses Dial-Up dengan kecepatan berkisar antara 40 Kbps – 56 Kbps sedangkan Telkom Speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan Up To 384 Kbps. Selain itu masih banyak sekali fitur layanan akses internet yang bisa kita pilih.
Sekarang ini, sudah banyak layanan internet yang menggunakanteknologi  Wireless LAN yang merupakan akses internet tanpa kabel atau menggunakan gelombang elektromagnetik seperti akses GPRS menggunakan handphone, PDA, laptop, dll. Selain itu sinyal Hotspot yang sering disebarkan ditempat-tempat seperti Mall, Cafe, Kampus, atau berbagai tempat lainnya bisa digunakan untuk mengakses internet, kita hanya perlu membawa peralatan mobile kita ditempat tersebut dan kita dapat mengakses internet  disana. Untuk dapat mengakses internet baik dengan kabel atau tanpa kabel selain diperlukan seperangkat komputer atau laptop diperlukan juga sebuah alat yang disebut Modem, modem berfungsi sebagai protokol yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya.
Sumber : http://erickachdip.ngeblogs.com/

Topik Penulisan Ilmiahku

Topik Penulisan Ilmiahku
Sebenarnya Saya masih bingung akan membuat aplikasi apa untuk penuisan ilmiah nanti, tetapi sudah ada gambaran tentang itu walaupun hanya sedikit. Saya ingin membuat aplikasi untuk dunia pendidikan khususnya untuk pendidikan anak usia dini atau dikenal dengan PAUD. Mengapa demikian, karena Kakak-kakak Saya bergerak dalam bidang pendidikan anak usia dini dam memiliki . Saya ingin memanfaatkannya dengan membuat sebuah aplikasi sebagai media pembelajaran untuk anak-anak yang berada dalam usia 4 - 6 tahun. Aplikasi ini mungkin menggunakan teknik animasi karena untuk membuat anak-anak tertarik agar menambah minat belajar mereka dan untuk memperkenalkan dunia teknologi dalam media belajar mereka. Tetapi menggunakan software animasi apa Saya belum tahu, sebab Saya mendengar dari teman-teman dikelas untuk menggunakan macromedia flash sudah tidak diperbolehkan. Saya menunggu kepastiannya setelah mendapatkan siapa dosen pembimbing Saya dan setelah berkonsultasi dengan beliau tentang keinginan Saya untuk pembuatan aplikasi dalam penulisan ilmiah nanti. (24 Februari 2010)

My Autobiography


My Autobiography
(Riwayat Hidupku)
             Nama saya Istikharoh, lahir pada tanggal 9 Desember 1987 tepatnya hari rabu kurang lebih pukul 16:00 sore. Saya lahir dari pasangan Bapak Rosidi Arsad dan Ibu Suryani, Saya keturunan suku Jawa sebab orang tua Saya berasal dari Jawa, Bapak  berasal dari Brebes sedangkan Ibu berasal dari klaten. Saya lahir di tanah Sunda tepatnya di desa wanaherang Kecamatan Gunung putri Kabupaten Bogor, Saya merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Kakak pertama Saya seorang laki-laki dan bernama Zaenudin Rais, beliau sudah berumah tangga dan telah memiliki dua orang anak. Kakak kedua dan ketiga Saya adalah perempuan bernama Nurma Andriyani dan Nina Tri Aryani, mereka pun sudah berumah tangga. Kakak Saya Nurma dikaruniai tiga orang anak sedangkan Kakak Saya Nina masih mengadung, sekarang ini kandungannya baru berusia tujuh bulan. Saya mempunyai seorang Adik perempuan yang jarak usianya cukup lumayan jauh dengan Saya, usia kami terpaut delapan tahun dan hanya dalam waktu delapan tahun itu Saya merasakan menjadi anak bungsu dalam keluarga.
            Saya lahir dan tumbuh besar dikeluarga yang cukup sederhana. Waktu sebelum punya Adik, Saya suka dimanja oleh orang tua sampai-sampai Saya masuk sekolah dasar pada usia tujuh tahun, padahal semua Kakak-kakak saya masuk sekolah dasar dengan usia yang kurang dari tujuh tahun. Malu juga ya, masuk sekolah dasar dengan usia tujuh tahun tetapi orang tua Saya bilang malah lebih mandiri. Saya mengemban pendidikan dasar di SDN WANAHERANG 1 pada tahun ajaran 1994/1995. Waktu di SD dulu, Saya merupakan siswa yang cukup diperhitungkan karena masuk dalam peringkat lima besar. Setelah lulus dari sekolah dasar pada tahun ajaran 1999/2000 , Saya melanjutkan ke SLTPN 1 GUNUNG PUTRI. Di sekolah lanjutan pertama pun hasil belajar Saya lumayan bersaing dengan teman-teman sekelas Saya dari kelas 1 sampai Saya lulus dengan nilai yang cukup lumayan memuaskan. Lulus dari sekolah lanjutan pertama pada tahun ajaran 2002/2003, Saya mencoba mendaftar di sekolah menengah umum yang cukup favorit dan bersyukur Saya pun masuk disekolah tersebut yaitu SMUN 1 CILEUNGSI. Pada saat kelas tiga aya memilih untuk mengambil jurusan IPA. Saya lulus dari SMUN 1 CILEUNGSI pada tahun 2006 dan Saya mencoba mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri, awalnya Saya tertarik dengan jurusan tata boga dan Saya pun mengikuti tes dan hasilnya Saya lulus tetapi setelah berpikir kembali dengan banyak faktor Saya merasa berat dengan jurusan tersebut dan akhirnya Saya memutuskan untuk beristirahat. Selama satu tahun beristirahat, kegiatan Saya membantu usaha Ibu yang berprofesi sebagai pedagang pakaian. Sampai sekarang pun kalau libur kuliah Saya masih membantu.
            Setelah beristirahat dalam setahun itu Saya memutuskan untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan komputer, dan Saya memutuskan untuk masuk ke Universitas gunadarma pada 2007 dan mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru. Saya pun tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma di fakultas ilmu komputer dan jurusan sistem informasi, dari awal tingkat satu Saya mendapat kelas KA01 dan sampai sekarang Saya ditingkat tiga. Sekarang Saya sudah mencapai 6 semester dari jenjang kuliah yang Saya pilih sebanyak 8 semester atau jenjang S1. Dalam semester 6 ini, Kami mahasiswa yang mengambil jenjang S1 dan Saya khususnya, harus menyelesaikan tugas Penulisan Ilmiah yang akan dimulai dalam waktu dekat ini. Ini adalah catatan perjalanan hidup Saya, mohon doa dan dukungannya selalu. Terimakasih untuk kedua orang tua Saya, keluarga dan teman-teman yang selalu ada dan mendukung Saya dalam menempuh pendidikan di perrguruan tinggi ini. (24 Februari 2010)   

Menapa Mempelajari Bahasa Indonesia ?

Menapa Mempelajari Bahasa Indonesia ?
Mengapa? Karena Saya seorang pemudi yang terlahir dari orang tua yang merupakan orang pribumi asli Indonesia dan karena bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang telah menyatukan seluruh warga Indonesia yang notabene wilayah Negara Indonesia merupakan gugusan kepulauan yang terpisah-pisah oleh laut atau perairan dan dengan beragamnya bahasa daerah yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Dan agar semua warga dapat berkomunikasi dengan warga didaerah lain terciptalah bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia yang tercantum dalam ikrar sumpah pemuda. Dan sebagai pemuda yang masih menjalani pendidikan, Saya harus mempelajarinya dengan baik dan melestarikannya dan bisa mensejajarkannya dengan bahasa Negara lain yang cukup diminati untuk dipelajari oleh orang-orang dinegara lain. Tetapi dengan munculnya bahasa-bahasa gaul yang diciptakan oleh anak-anak muda yang tidak mementingkan perkembangan dan kelestarian dari bahasa negaranya sendiri itu menjadi salah satu penghambat untuk bahasa Indonesia sebagai bahasa dinegaranya sendiri. Selain itu dengan minat pemuda yang lebih berminat mempelajari bahasa asing yang tidak diseimbangi dengan minat mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (24 Februari 2010)

Selasa, 22 Desember 2009

SINOPSIS TETRALOGI ANDREA HIRATA "SANG PEMIMPI"

Resensi Novel “Sang Pemimpi”
January 14, 2008 5:17 pm fariek_e3@cs.its.ac.id TulisMenulis

Ini merupakan buku kedua dari tetraloginya Andrea Hirata. Ending yang sangat mengesankan, dan alurnya bagus, menarik. Tema cerita yang sederhana tapi dibungkus dengan kalimat-kalimat yang penuh makna. Tapi perlu disayangkan, ceritanya kurang bersinergi dengan buku pertama, yang namanya tetralogi kan ada 4 buku, harusnya seh ada kesinambungan yang bagus. Memang, Laskar Pelangi masih sedikit disebut-sebut, tapi belum mewakili kesinambungan yang bagus. Berhubung sudah terbuai sosok-sosok yang ada didalamnya, jadi tidak masalah. Pasti novelnya sangat berkesan dan begitu menggugah.
“3 Seorang pemimpi. Setelah tamat SMP, melanjutkan ke SMA Bukan Maen. Disinilah perjuangan dan mimpi ketiga pemberani ini dimulai. Ikal, salah satu dari anggota Laskar Pelangi, Arai, saudara sepupu Arai yang sudah yatim piatus ejak SD dan tinggal di ruamh Ikal, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah danIbu Ikal. Dan Jimbron, anak angkat seorang pendeta karena yatim piatu juga sejak kecil. Namun pendeta yang sangat baik dan tidak memaksakan keyakinan Jimbron, malah mengantarkan Jimbron menjadi muslim yang taat.
Arai dan Ikal begitu pintar dalam sekolahnya, sednagkan Jimbron, si penggemar kuda ini biasa-biasa aja. Malah menduduki rangking 78 dari 160 siswa. Sedangkan Ikal dan Arrai selalu menjadi 5 3 besar. Mimpi mereka sangat tinggi, karena bagi Arrai, orang susah seperti mereka tidak akan berguna tanpa mimpi-mimpi. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan study ke SArbonne Perancis. Mereka terpukau dengan cerita Pak Beia, guru seninya, yang selalu meyebut-nyebut indahnya kota itu. Kerja keras, menjadi kuli ngambat mulai pukul 2 pagi sampai jam 7 dan dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Mati-matian menabundemi mewujudkan impiannya. Ya, meskipun kalau dilogika, tabungan mereka tidak akan cukup untuk samapi kesana. Tapi jiwa optimisme Arai tak terbantahkan.
Setelah selesai SMA, Ari dan Ikal merantai ke Jawa, Bogor tepatnya. Sedangkan Jombron lebih emmilih untuk menjadi pekerja di ternak kuda di Belitong. Jimbron menghadiahkan kedua celengan kudanya yang berisi tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Dia yakin kalau Arai dan Ikal spai di Perancis, maka jiwa Jimbronpun akan selalu ebrsama mereka. Berbula-bulan terkatung0katung di Bogor, mencari pekerjaan untuk bertahan hidup susahnya minta ampun. Akhirnya setelah banyak pekerjaan tidak bersahabat ditempuh, Ikal ketrima menjadi tukang sortir (tukang Pos), dan Arai memutuskan untuk merantau ke kAlimantanTahun berikutnya, Ikal memutuskan untuk kuliah di Ekonomi UI. Dan setelah lulus, ada lowongan untuk mendapatkan biasiswa S2 ke Eropa. Beribu-ribu pesaing berhasil ia singkirkan dan akhrinya sampailah pada pertandingan untuk memperebutkan 15 besar.
Saat wawancara tiba, tidak disangka, profesor pengujia begitu terpukau dengan proposal riset yang diajukan Ikal, meskipun ahanya berlatar belakang sarjana Ekonomi yang amsih bekerja sebagai Tukang Sortir, tulsiannya begitu hebat. Akhirnya setelah wawancara selai, siap yang menyangka. Kejutan yang luar biasa. Warai pun ikut dalam wawancara itu. Bertahun-tahun tanpa kabar berita, akhirnya mereka berdua dipertemukan dalams uatu forum yang begitu indah dan terhormat. Begitulah Arai, selalu penuh dengan kejutan. Semua ini sudha direncanaknnya bertahun-thaun. TErnyata dia kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Bilogi. Tidak kalah dengan Ikal, proposal Risetnya juga begitu luar biasa dan berbakat untuk menghasilkan teori baru.
Akhirnya sampai juga mereka pulang kampung ke Belitong. Dan ketika ada surat datang, merka berdebar-debar membuka isinya. Pengumuman penerimaan Beasiswa ke Eropa. Arai begitu sedih karena dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Sangat ingin emmbuka kabar tu bersama orang yang sanagt dia rikan. Kegelisahan dimulai. Tidak kuasa mengetahui isi dari surat itu. Akhirnya Ikal ketrima di Perhuruan tinggi, Sarbone Prancis. Setelah perlahan mencocokkan dengan surat Arai, Subhannallah, inilah jawaban dari mimpi2 mereka. Kedua sang pemimpi ini diterima di Universitas yang sama. Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Disinilah perjuangan dari mimpi itu dimulai, dan siap melahirkan mimpi anak-anak berikutnya.

BAHASA INDONESIA YANG SEMAKIN MEMPRIHATINKAN

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG SEMAKIN MEMPRIHATINKAN

Penggunaan bahasa Indonesia sekarang ini semakin memprihatinkan. Banyak sekali masyarakat, baik dari kalangan eksekutif seperti para dewan atau orang-orang dalam pemerintahan maupun kalangan umum menggunakan istilah-istilah yang dicampur-adukan antara bahasa Indonesia, bahasa inggris, bahasa daerah maupun bahasa gaul kaum muda Indonesia. Yang penting terdengar lebih keren dan gaul, mereka tidak lagi memperhatikan dan mempertimbangkan apakah bahasa Indonesia yang dipergunakan benar secara kaidah, apalagi mereka menggunakannya dalam ruang publik.

Fenomena semacam ini disebabkan karena ketidakmatangan berpikir bangsa Indonesia dan terjadi karena hampir sebagian besar masyarakat Indonesia ini cenderung lebih menghargai bahasa asing daripada bahasa Indonesia sendiri. Masyarakat memandang bahasa asing lebih modern sehingga ketika menggunakan bahasa Indonesia dalam lisan maupun tulisan sering disisipkan istilah atau kosakata asing, daerah maupun kosakata gaul anak muda Indonesia.

Padahal dalam hal ini, Pusat Bahasa telah melakukan beberapa upaya seperti penyusunan kamus yang berisi 450.000 istilah asing dari berbagai bidang ilmu kedalam bahasa Indonesia dan kamus tesaurus yang memuat ribuan kata atau istilah asing. Sehingga, tidak ada alasan bahwa bahasa asing tersebut belum ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Tetapi masih saja terjadi penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur-adukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi bahwa kita telah memiliki kamus istilah asing dan kamus tesaurus.

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting agar bangsa Indonesia memiliki kebanggaan terhadap bahasanya.

Minggu, 11 Oktober 2009

Penggunaan Ragam Bahasa

Contoh penggunaan ragam bahasa

pedagang asongan di terminal Situbondo menjelaskan bahwa pada ciri fonologis ditemukan adanya perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem. Gejala perubahan fonem ditandai dengan adanya perubahan fonem vokal menjadi vokal lainnya, atau bisa juga perubahan fonem konsonan menjadi konsonan lainnya. Adanya penambahan fonem pada suatu kata (morfem) lebih sering terjadi pada daerah-daerah yang masih kental unsur bahasa daerahnya. Penambahan fonem merupakan bentuk penambahan atau menyisipkan fonem tertentu ke dalam bentuk kata (morfem). Penghilangan fonem dalam ciri fonologis merupakan salah satu gejala bahasa. Terdapat tiga gejala bahasa yang termasuk penghilangan fonem, yaitu (1) gejala aferesis adalah gejala penghilangan fonem pada awal kata, (2) gejala sinkop adalah gejala penghilangan fonem pada tengah kata, dan (3) gejala apokop adalah gejala penghilangan satu bunyi atau lebih pada akhir kata.

Pada ciri morfologis dilakukan pengamatan terhadap penemuan adanya bentuk-bentuk morfem-morfem tertentu, baik yang merupakan alomorf atau bukan. Seperti diketahui bahwa perubahan morfem ada yang merupakan varian morfem, tetapi juga ada yang terjadi karena pengaruh logat yang disebut pungutan logat atau pungutan dialek. Salah satu contoh penemuan data dalam ciri morfologis terdapat pada kata /deggan/, dalam pengucapannya sering berubah menjadi /duggen/. Secara fonetis, bentuk kata /deggan/ berbeda dengan bentuk kata /duggen/, tetapi perbedaan tersebut tidaklah fonemis. Kata /dəggan/ juga termasuk morfem bebas. Oleh karena itu, jika ditemukan bentuk kata /duggən/ dalam suatu ujaran, hal itu bukanlah merupakan alomorf. Secara morfologis bentuk kata /duggən/ tidak berbeda dengan bentuk kata /dəggan/.

Ciri sintaksis adalah ciri bahasa yang dapat dilihat dari konstruksi kalimat. Dalam menganalisis kalimat pada ragam bahasa pedagang asongan terutama di terminal Situbondo, hanya terbatas pada interaksi yang terjadi antara pedagang asongan (penjual) dengan calon pembeli (penumpang bus). Hal ini dikarenakan pada interaksi ini terbentuk pembicaraan yang bersifat persuasif dimana terjadi suatu penawaran, pertanyaan, atau ketertarikan calon pembeli terhadap barang yang akan dibeli. Secara umum struktur sintaksis itu terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel) dan keterangan (Ket). Susunan fungsi sintaksis tidak selalu berurutan S, P, O, Pel dan Ket. Kelima fungsi ini tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis.

Ciri diksi didefinisikan sebagai pemilihan atau pemakaian kata yang akan digunakan untuk berinteraksi dalam situasi tertentu, sedangkan ciri leksikal merupakan ciri yang dapat dilihat dari kata atau kosakata. Seperti telah disinggung di muka bahwa dilihat dari segi bunyi, ragam bahasa yang digunakan pedagang asongan menunjukkan adanya perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem. Adanya perubahan semacam itu disebut pungutan dialek, dalam hal ini dialek Situbondo. Khusus dalam penelitian ini cenderung digunakan istilah pungutan logat. Cara pengucapan kata-kata (aksen) oleh pedagang asongan mempunyai karakteristik tertentu sehingga mengakibatkan timbulnya ciri-ciri khusus dalam setiap pertuturan. Pengucapan-pengucapan seperti itu dirasakan sebagai suatu hal biasa (kebiasaan pertuturan).

Penyelidikan tentang ciri intonasi menjadi sulit apabila dianalisis sampai kepada yang paling detail. Oleh karena itu, penganalisisan intonasi didasarkan kepada penandaan yang jauh lebih sederhana agar mudah dipahami. Cara yang lebih mudah untuk memberikan penandaan terhadap intonasi bahasa yaitu dengan angka-angka. Angka 1 sampai dengan 4 yang menunjukkan tinggi rendah nada secara garis besarnya sehingga pola-pola lagu kalimat dapat dilihat secara lebih mudah. Pemakaian angka 1 sebagai nada yang rendah, angka 2 sebagai nada yang sedang, angka 3 sebagai nada yang tinggi, sedangkan angka 4 sebagai nada yang luar biasa tingginya. Peneliti akan menggunakan cara ini bersama persendian untuk menyajikan beberapa keterangan yang menyangkut intonasi.

Para pedagang asongan di terminal Situbondo lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dialek Situbondo (bahasa Madura) dan cenderung memakai pola intonasi kalimat dasar, dalam hal ini mereka sering memakai pola-pola intonasi kalimat tanya khususnya pemakaian kalimat elips. Oleh karena itu, untuk menghasilkan bentuk kalimat tanya tanpa memakai kata tanya, lebih banyak tergantung kepada penciptaan pola intonasi. Jadi, hanya memakai intonasi tanya terhadap kata-kata yang menjadi pokok ujaran.